Indahnya bersedekah memang tidak ada tandingnya. Keindahan itu terpancar dari raut wajah orang yang menerima sedikit saja rezeki yang dititipkan Allah kepada saya. Keindahan itu lalu berpendar dan terus memancar. Menembus ruang dan waktu. Hingga akhirnya saya diberikan kejutan yang tidak ada satu peramal pun yang dapat membacanya.
Keajaiban pertama adalah ketika saya mengikuti mentoring. Mahasiswa tahun pertama wajib mengikuti mentoring tersebut selama enam bulan yang diselenggarakan oleh pihak panitia tutorial. Saya dan teman-teman berkumpul setiap hari jumat untuk membahas berbagai materi mengenai islam. Pada akhir jadwal mentoring, kami diwajibkan membawa hadiah yang dibungkus kertas koran karena akan diadakan tukar kado sebagai kenang-kenangan. Dengan rasa bingung hendak membeli apa beserta uang yang terbatas, saya akhirnya membeli sebuah notes/memo kecil (kira-kira sebesar kamus saku) yang bergambar ‘angry bird’. Tidak lupa saya sisipkan secuil kertas berisi salam perpisahan. Acara tukar kado itu diakhiri dengan pembacaan hamdalah dan doa akhir majelis. Semua rangkaian mentoring telah selesai. Semua orang hendak beranjak dari tempat kami biasa mentoring. Tapi saya masih termanggu dan menatap sebuah benda hasil tukar kado. Benda yang sederhana, tapi menyampaikan makna yang luar biasa. Benda itu adalah sebuah notes berwarna merah sebesar buku tulis (jauh lebih besar dari yang saya beli) dan bergambar ‘angry bird’.
Keajaiban kedua lagi-lagi terjadi di sebuah acara tukar kado (hobi banget ya? haha) kali ini saya padahal hanya memberikan sebuah buku cerita berbahasa inggris yang harganya tiga ribu dan tebak saya dapat apa? Sebuah celengan kaleng yang bergambar Hello Kitty yang saya yakin harganya lebih dari lima ribu. ‘kebetulan’ sekali pada saat itu saya memang sedang membutuhkan celengan untuk menggantikan celengan plastik yang telah dirobek paksa untuk mengeluarkan recehan demi menyambung hidup #tsah.
Keajaiban ketiga terjadi berbulan-bulan setelah saya memberi ‘kejutan’ pada teman kost dengan memberi kado ulang tahun yang seharga dua puluh ribu. Awalnya saya ingin memberikan sebuah tas gitar, tapi waktu itu keuangan saya cukup kritis jadinya saya membelikan hasil karya seseorang dalam bentuk rangkaian kata yang diberi judul ‘wanita dirindu surga’. Lucunya, saat memberikan kado tersebut, saya salah tanggal, jadinya kado tersebut tiba di tangan teman saya sebulan sebelum dia berulang tahun. Tawa lepas kami ketika mengingat ‘kecerobohan’ saya masih menggema hingga sekarang.
Tepat pada tanggal 24 april lalu, ketika saya baru kembali masuk kuliah karena sebelumnya kalah oleh rombongan virus radang tenggorokan, salah satu teman saya menyodorkan sesuatu.
“Selamat ulang tahun fel! Maaf ya judul buku yang kamu pengen itu di toko-nya lagi kosong, jadinya aku beli yang ini”
Dahi saya berkerut, apa ini? Saya kan sedang tidak berulang tahun.
Kalendar di kepala saya satu demi satu ditelusuri, dan wow! Tiba-tiba Mulut saya mengangga dan hampir keluar naga *eh. Mata saya terbelalak. Kata-kata yang biasanya rebutan untuk meluncur dan menimbulkan bunyi seperti suara ribut ibu-ibu di pasar mendadak enggan keluar dari lidah saya.
Lalu tiba-tiba ada teman yang lain yang menyodorkan sebuah keresek berwarna hitam.
“selamat ulang tahun yaa! Waktu itu kamu sakit sih, jadi baru sempet aku kasih sekarang” wajahnya berseri-seri, lalu ia menambahkan “jangan liat harganya ya. He he he”
“ya ampuuun! Makasih banyak” ucap saya 100% terharu. Tahun ini saya padahal tidak berharap apa-apa selain diberi kesehatan yang baik. Tetapi sifat maha pemurah Allah swt yang tiada tanding, selalu membangunkan jiwa ummatnya untuk terus ikhlas dalam beribadah seperti bersedekah karena balasan itu sangatlah nyata, apapun bentuknya, kapanpun munculnya.
Dan hari itu rasanya saya ingin memeluk semua orang!
*tulisan ini diikutsertakan dalam lomba nulis gitu deh, FYI nilainya 75 yg artinya belum bisa memenangkan lomba.. FYI lagi, salah satu kesalahan yg membuat poinnya berkurang karena saya menulis dengan format letter bukan A4 seperti yang diharuskan.. Learn from my mistake, people : do not forget any single thing of the rules!
No comments:
Post a Comment