Friday, December 16, 2011

mantan tulisan draft di MsWord

Selasa, 29 Nopember 2011
18.46

Hari ini aku mau ngomongin tentang tanggung jawab nih. Sesuatu yang kadang terasa berat dilakukan atau di anggap remeh. Mungkin sudah banyak orang yang menyadari seberapa besar tanggung jawab yang harus mereka lakukan, yang harus dipertanggungjawabkan  misal; Tanggung jawab jadi seorang anak  (terutama buat anak pertama—ehm jadi curhat), tanggung jawab ketua kelompok, tanggung jawab ketua RT, presiden, hingga tanggung jawab kita kepada nikmat yang diberikan Allah SWT. Kenikmatan yang sangat beragam itu, kadang mereka kita rasa penting kala mereka ‘dihilangkan’ sementara dari kita.

Salah satu tanggung jawab terberat yang aku rasa adalah tanggung jawab kita terhadap segala pengetahuan yang kita dapat dengan sumber bisa dari mana saja. Hal terdekat yang paling terasa adalah pengetahuan dari buku yang pernah kita baca. Oke, hobi kita adalah membaca, tapi pernah nemu ga sih yang hobinya “mengamalkan semua pengetahuan yang telah dibaca” atau “melakukan semua kebaikan yang pernah ditulisnya” ya, hanya kebaikan yang baru ditulis, belum sempat dilaksanakan, tapi dengan tekad yang kuat seseorang itu berusaha untuk melakasanakan semua kebaikan itu.

Mungkin (dengan jumlah yang tidak pasti) banyak orang di luar sana yang telah mengamalkan pengetahuan yang didapatnya, atau sedang berusaha melakukan atau baru niat untuk melakukan atau apakah ada yang udah pernah memikirkannya?
Kemarin, kaya di waktu-waktu luang lainnya, aku sama temen-temen di kampus ngobrol ngaler-ngidul perihal adanya kontroversi tentang manfaat susu sapi bagi tubuh manusia dan penggunaan kerudung bagi para muslimah (oke 2 hal yang ga berhubungan emang). Kesimpulan dari perbincangan tersebut nanti akan di bahas ditulisan selanjutnya. Nah yang jadi pertanyaan sekarang, bisa ga, kita, para anak muda, segera berbuat sesuatu untuk mempertanggungjawabkan ucapan kita?
Oke kita ngebahas ini itu sampe ngebusa, bikin teori brilian tentang hal baru yang ehm-keren beudh, tapi kalau ujung-ujungnya cuma berakhir di Microsoft Word, apa manfaatnya?

Teguran banget lah buat aku sendiri yang emang – ngaku nih – belum bisa segera ‘hayu ah’ dalam memulai suatu perubahan. Kebanyakan sih ya itu tadi, jadi lumut di laptop. Tanggung jawab mendapat suatu pengetahuan itu ternyata  ga mudah kalo ga di amalin. Makanya akhir-akhir ini aku jadi beneran mikir lama kalo mau beli buku. Pertama, cek kondisi keuangan; kedua, apa bisa beres cepet bacanya; ketiga, bisa segera di amalin ga?

Karena segala sesuatu itu berangkat dari niat, mulai sekarang (beres nulis ini) aku bertekad untuk berusaha (sedikit-demi-sedikit dalam tahap penyesuaian biar langgeng amalannya) untuk melaksanakan kebaikan dari setiap pengetahuan yang pernah didapat. Insya allah, SETIAP KITA MENEMUI KESUSAHAN, PASTI ADA KEMUDAHAN, ups maaf kepencet capslock hehehe.
Semangat ^^
19.18

No comments:

Post a Comment