A quick review:
1.
Gaksital
What a show!
Kdrama yang bagus; tokoh, alur, acting, setting, keren!
Tapi penonton harus siap-siap capek sama adegan-adegan
penyiksaan yang ditayangin berulang kali. Minusnya itu aja sih. Sisanya, keren!
Kenapa?
Pertama, drama ini mengangkat tema tentang nasionalisme.
Perjuangan melawan ‘penjajah’ demi meraih kemerdekaan. Gaksital adalah salah
satu pelopor pergerakan yang akhirnya membangkitkan semangat masyarakat untuk
merebut kemerdekaan Negara mereka sendiri. Nilai moral yang disampaikan begitu
terasa dan begitu….membangkitkan! seolah-olah rasa persatuan yang selama ini
tidur, mendadak bangkit dan ingin segera mendirikan upacara bendera *eh..ga
gitu juga ya? Hahaha
Kedua, tokoh utama (main lead) di drama satu ini bikin
kita semua berdiri berjajar di depan-belakang, kiri-kanannya. Kenapa? Karena
dialah gaksital – the super hero. Siapa sih yang engga tersentuh dengan
perjuangannya dia? Selain menghadapi penjajah, dia juga harus menghadapi rasa
sedih yang tidak terkira. Yang engga ngedukung tokoh ini berarti dia adalah
alien! Ha!
Ketiga, alur alias jalan cerita. Sebetulnya bisa saja
tertebak, tapi tetep bikin penasaran. Ketegangan yang terus menerus muncul
bikin kita matiin lampu di kepala, dan ikut mengalir dengan semua yang ada di
layar. Beberapa kekurangan jadi tertutup. Kelebihan yang biasa aja terlihat
luar biasa. Itulah yang dinamakan menyatu dengan alur cerita. Sounds smart
Alasan lainnya adalah para karakter/tokoh disini engga
terduga peranan dan perkembangan sifat-nya. Ada yang ditaksir bakal jahat
banget, eh ternyata dia itu hanya wanita biasa pencari cinta. Ada yang ditaksir
bakal jadi orang ketiga yang menyedihkan atau harus dikasihani, eh tiba-tiba
jadi penjahat paling nyebelin di dunia. dan lain lain.
Rating-wise: 8
(Bisa jadi 9 sih, tapi aku kurang suka drama yang banyak sadis-nya haha)
2.
Jang ok Jung
Menurutku
keseluruhan cerita dari drama satu ini adalah cinta. Percintaan. Kisah cinta.
Kisah kasih di kerajaan. errr...oke
Episode
pertama di drama ini urghh kacau abis. Terlalu cepat berpindah dari satu adegan ke
adegan lain. Cepet pake banget! Untuk orang yang mikirnya rada telat, mungkin akan sulit untuk suka drama ini karena susah mencerna jalan cerita di awal.
Aku mungkin adalah penonton paling ga tau apa-apa
sebelum nonton drama ini. Jadi penilaianku berdasarkan apa yang aku lihat aja. Aku bahkan ga
tau siapa pemainnya selain Yoo Ah In dan Kim Tae Hee. Aku ga sadar kalau ini
inverse drama dari Dong Yi. Baru sadar semua itu ditengah-tengah film. Walaupun banyak ancurnya di episode awal
(ancur karena pengenalan karakter, pengenalan awal konflik terlalu aneh untuk
dimengerti. Prosesnya maksud saya. Karena penonton itu perlu bernafas.
Sedangkan dalam kedipan mata, adegan di episode 1 udah banyak berganti) entah
kenapa aku dan 2 sepupu yang nonton juga ga bisa berhenti. Aneh emang.
Chemistry 2
tokoh utama wow banget. Sekitar 9 episode awal di drama ini sangat sangat sangat romantis. Really beautifully written and shot. Penasaran terus sama jalan ceritanya hingga mungkin
itulah kenapa aku bisa bertahan nonton 24 episode dalam waktu 3 hari. Wow
Tapiiiii....perkembangan si karakter utama, yaitu Jang Ok Jung, sangat menyebalkan! Dia sifatnya berubah-rubah, dari baik-egois-baik-egois- dan akhirnya dia kena batunya. Padahal sayang banget. Kdrama ini punya banyak potensi untuk bisa keren. Penulisnya mungkin kelilipan kimchi. hhhhh
Rating-wise: 6
Untuk
penggemar Dong Yi, disarankan openminded saat nonton. Jangan banyak mikir.
Ikutin aja
apa yang disajikan. Sedih dan kesal-lah pada tokoh utama. Dan jangan menyesal
saat nonton endingnya.. ups, spoiler deh.

