Tuesday, June 26, 2012

Review : Elephant Can Remember



Judul                     : Gajah Selalu Ingat (Judul asli : Elephant Can Remember)
Penulis                  : Agatha Christie
Alih bahasa          : Julanda Tantani
Penerbit                : Gramedia
Waktu terbit     :1972 , diterbitkan di Indonesia pada Mei 1992 (dibeli pada Maret 2012-cetakan kedua)
Jumlah hlm            :328
Harga                     : (karena beli bekas) harganya jadi 15.000
Trivia : dibelakang buku ini ada tulisan pemilik lamanya, ia menuliskan harga asli pada thn ’93 yaitu Rp.5.500,-


Tepat pukul 8.45 tadi saya berhasil menyelesaikan bukunya Agatha Christie yang berjudul Gajah Selalu Ingat. Buku yang sudah saya beli dari bulan maret yang lalu sodara-sodara akhirnya berhasil dilahap keseluruhan misteri yang terdapat di dalam cerita di  buku tersebut (duh kayanya aku pemborosan kata deh, tapiiii what ever lol)
Buku ini mengisahkan tentang pencarian kebenaran atas sebuah kasus yang telah terjadi bertahun-tahun yang lalu tanpa menyisakan seorang saksi. Dimulai dari Mrs.Ariadne Oliver – seorang penulis misteri terkenal yang akhirnya menghadiri sebuah jamuan makan siang para pengarang. Disana ia bertemu dengan Mrs.Buton-crox yang memperkenalkan diri sebagai calon besan dari putri baptis Mrs.Oliver – Celia Ravenscroft– yang akan menikahi putranya Desmond- belakangan diketahui bahwa ia adalah putra angkatnya. Mrs.Burton-crox itu mengatakan bahwa ia ingin mengetahui misteri dibalik kematian kedua orang tua Celia yang ditemukan meninggal di tepi tebing dengan sebuah pistol yang terdapat sidik jari hanya kedua orangtuanya.
Kasus ini hampir mustahil karena disamping tidak ada seorangpun saksi yang melihat apakah ayah Celia yang menembak ibunya lalu menembak dirinya sendiri atau sebaliknya, ibunya yang menembah ayahnya lalu bunuh diri, kasus yang terjadi bertahun-tahunyang lalu itu hanya meninggalkan ingatan pada orang-orang yang hidup di saat kejadian tragis itu terjadi. Mrs.Oliver meminta bantuan Hercule Poirot untuk memecahkan kasus ini.
Kisah yang cukup menarik, dan tragis.  Saya dibuat penasaran oleh jalur cerita yang hanya mengandalkan ingatan orang-orang. Saya cukup menyesal kenapa membaca buku ini bisa ditunda-tunda begitu lama. Anda akan merasakan sendiri betapa penasarannya pikiran anda untuk menebak apa yang terjadi di dalam cerita tersebut untuk tidak melompat langsung pada bab terakhir buku ini. Tapi menurut saya, buku ini cukup mudah untuk dicerna, bahasanya mengalir, akhir dari kasus ini sedikit tertebak oleh saya karena buku ini mengandung sedikit kemiripan dengan sebuah film horror Thailand yang pernah saya tonton beberapa bulan yang lalu bersama teman-teman SMA.
Karena saya cukup berhasil menebak akhir dari kisah ini  sehingga rasa kagum saya terhadap sang penulis sedikit berkurang, saya akhirnya memberikan nilai 8 dari 10 saja.
Sejak kecil saya senang dengan cerita misteri – tapi bukan horor – tapi sampai saat ini saya belum bisa menuliskan cerita dengan genre tersebut. Entah kenapa, kepala saya begitu tumpul dalam hal memikirkan sebuah kasus yang tidak tertebak. Haha. Tapi mungkin, suatu hari nanti saya bisa menuliskannya. Pasti. 

No comments:

Post a Comment