Judul : Gajah Selalu Ingat (Judul asli : Elephant Can Remember)
Penulis : Agatha Christie
Alih bahasa :
Julanda Tantani
Penerbit : Gramedia
Waktu terbit :1972 , diterbitkan di Indonesia pada Mei 1992 (dibeli pada Maret 2012-cetakan kedua)
Jumlah hlm :328
Harga : (karena beli bekas) harganya jadi 15.000
Trivia : dibelakang buku ini ada tulisan
pemilik lamanya, ia menuliskan harga asli pada thn ’93 yaitu Rp.5.500,-
Tepat pukul 8.45 tadi saya berhasil menyelesaikan bukunya Agatha Christie yang
berjudul Gajah Selalu Ingat. Buku yang sudah saya beli dari bulan maret yang
lalu sodara-sodara akhirnya berhasil dilahap keseluruhan misteri yang terdapat
di dalam cerita di buku tersebut (duh
kayanya aku pemborosan kata deh, tapiiii what ever lol)
Buku ini mengisahkan tentang pencarian kebenaran atas sebuah kasus yang
telah terjadi bertahun-tahun yang lalu tanpa menyisakan seorang saksi. Dimulai
dari Mrs.Ariadne Oliver – seorang penulis misteri terkenal yang akhirnya
menghadiri sebuah jamuan makan siang para pengarang. Disana ia bertemu dengan
Mrs.Buton-crox yang memperkenalkan diri sebagai calon besan dari putri baptis
Mrs.Oliver – Celia Ravenscroft– yang akan menikahi putranya Desmond- belakangan
diketahui bahwa ia adalah putra angkatnya. Mrs.Burton-crox itu mengatakan bahwa
ia ingin mengetahui misteri dibalik kematian kedua orang tua Celia yang
ditemukan meninggal di tepi tebing dengan sebuah pistol yang terdapat sidik
jari hanya kedua orangtuanya.
Kasus ini hampir mustahil karena disamping tidak ada seorangpun saksi
yang melihat apakah ayah Celia yang menembak ibunya lalu menembak dirinya
sendiri atau sebaliknya, ibunya yang menembah ayahnya lalu bunuh diri, kasus
yang terjadi bertahun-tahunyang lalu itu hanya meninggalkan ingatan pada
orang-orang yang hidup di saat kejadian tragis itu terjadi. Mrs.Oliver meminta
bantuan Hercule Poirot untuk memecahkan kasus ini.
Kisah yang cukup menarik, dan tragis.
Saya dibuat penasaran oleh jalur cerita yang hanya mengandalkan ingatan
orang-orang. Saya cukup menyesal kenapa membaca buku ini bisa ditunda-tunda
begitu lama. Anda akan merasakan sendiri betapa penasarannya pikiran anda untuk
menebak apa yang terjadi di dalam cerita tersebut untuk tidak melompat langsung
pada bab terakhir buku ini. Tapi menurut saya, buku ini cukup mudah untuk
dicerna, bahasanya mengalir, akhir dari kasus ini sedikit tertebak oleh saya
karena buku ini mengandung sedikit kemiripan dengan sebuah film horror Thailand
yang pernah saya tonton beberapa bulan yang lalu bersama teman-teman SMA.
Karena saya cukup berhasil menebak akhir dari kisah ini sehingga rasa kagum saya terhadap sang
penulis sedikit berkurang, saya akhirnya memberikan nilai 8 dari 10 saja.
Sejak kecil saya senang dengan cerita misteri – tapi bukan horor – tapi
sampai saat ini saya belum bisa menuliskan cerita dengan genre tersebut. Entah
kenapa, kepala saya begitu tumpul dalam hal memikirkan sebuah kasus yang tidak
tertebak. Haha. Tapi mungkin, suatu hari nanti saya bisa menuliskannya. Pasti.
No comments:
Post a Comment