Hi guys, ketemu lagi dengan saya di
sesi review buku. :D
Seperti biasa, hasil minjem dari teman
sekampus – duh baiknya @agantini – saya bisa mendapatkan lagi banyak ilmu
mengenai kehidupan #cie.
Oke berikut ini adalah identitas buku
yang wajib kita perhatikan agar teman-teman yang tertarik bisa segera menggali ilmunya. Jangan lupa di share kawan!
Judul : How to Master Your Habits
Penulis : Felix. Y. Siaw (bukan felin
ya hehehe. Belum nerbitin aja :P)
Penerbit : Khilafah Press
Jumlah halaman : 170
kalau mau pesan, lewat online aja di @alfatihcenter
Nah, masih inget dengan postingan buku
yang judulnya 23 Episentrum kan? (engga? Oke oke kalem aja bos) Buku
ini juga isinya tentang motivasi (walaupun di belakang covernya
tertulis ‘bukan buku motivasi’) yang ditulis dengan bahasa yang
sederhana, cukup ke-kini-an (yah mudah dimengerti sama remaja jaman
sekarang aja gitu) dan banyak hal-hal
baru yang cukup mengagetkan.
Salah satunya
adalah, ternyata untuk menciptakan suatu habits, kita tidak perlu
memiliki kemauan kuat, jadi terpaksa maupun ikhlas dalam
melakukannya, dua-duanya dapat menciptakan habits karena habits itu
tercipta dari practice and repetition.
Cara membangun
habits itu hanya tiga langkah bos, pertama mulai dari hal yang kecil,
kedua temukan tempat habits; kuncinya ada pada kata ‘setelah’.
Misal, setelah shalat subuh
mau tadarus 2 lembar. Langkah ketiga yang merupakan langkah paling
menantang adalah melakukan aktivitas yang ingin kita bangun menjadi
sebuah habits itu setiap hari. Untuk
mengantisipasi flukluatifnya kualitas istiqamah kita, maka buatlah
bermacam reminder
yang bisa dilihat kapan dan dimana saja. Misalnya di kamar kita
tempelin post-it warna
warni (engga juga gapapa) yang isinya tentang ‘misi’ kita dalam
membentuk pribadi yang lebih baik. Bisa juga dibuat di kalendar
handphone, kita buat jadi pengingat setiap hari dengan memasang alarm
pada setiap kegiatan yang harus dilakukan.
Bagian
buku lainnya yang menarik adalah fakta mengenai habits yang bisa
memberikan sesuatu pada sang empu-nya. Teach
habits, and habits will serve you
begitu bahasa ustadz Felix-nya. Lalu ada pesan bahwa kita harus
menciptakan keberuntungan dengan habits dan jangan hanya menunggu
keberuntungan tersebut. Kejarlah keberuntungan dengan ambil
kesempatan! Bertambah 1% setiap harinya lebih baik karena dalam satu
tahun, kualitas habits baru kita telah bertambah sebanyak 365% jika
terus dilaksanakan. Suka tidak suka. Ikhlas atau terpaksa. Karena
habits bisa terjadi secara otomatis setelah kita melakukannya dalam
periode 30 hari, 3 bulan, dan satu tahun (kalau ga salah ya. Hehe)
Oiya,
pak ustadz juga menambahkan ayat ke 268 dalam surah al-baqarah yang
berhubungan dengan ‘impossible is nothing’. Impossible adalah
kumpulan peluang/kesempatan yang menciptakan suatu kemungkinan.
Banyaknya sih orang-orang cuma semangat di awal-awal aja, nah
kesananya pasti melempem. Itu tandanya syaitan telah sukses
menggencarkan virus #mendingan, #sekali-ini-aja sama
#ini-yang-terakhir-deh. Coba bayangkan ketiga mantra itu. Jika anda
berada dalam posisi malas dan mengatakan mantra2 itu, apa yang
terjadi? Anda semakin malas bukan? Anda semakin menyia-nyiakan waktu?
Wuiiih parah banget ya. Nah maka dari itu, kita semua harus bisa
menaklukan godaan-godaan tersebut dengan cara terus melakukan aksi
dan terus bergerak! (ada dalam bab take
action dan move-move
and move)
Buku
ini pas banget deh suer. Terutama untuk para remaja yang sedang
mencari jati diri ? Loh apa hubungannya? Iya jadi gini. Mumpung msih
muda, yuk kita buat habits baru yang akan sangat bermanfaat bagi kita
di masa kini dan masa depan.
Sekali
lagi, apa sih yang bisa menciptakan habits?
Jawabannya
adalah practice and
repetition!
Seperti
pemain sulap yang bisa memukau para penonton yang padahal mereka
memiliki trik-trik sulap yang telah dipraktikan ratusan bahkan ribuan kali demi menciptakan sulap yang keren. atau seperti penemu bohlam lampu yang mengadakan percobaan hingga lebih dari 1000 kali.. Kita
juga bisa sama memukau-nya dengan mereka atau bahkan lebih memukau dengan syarat practice and repeat your new and good habits karena tidak ada yang mustahil.
Semangat!
Yuk ah kita bergerak sekarang.Success never comes to indolence, right?
(ditulis dengan keadaan sakit punggung gara-gara nulis chapter report *eh)
No comments:
Post a Comment