Wednesday, February 27, 2013

Buka Bukunya : How to Master Your Habits


Hi guys, ketemu lagi dengan saya di sesi review buku. :D
Seperti biasa, hasil minjem dari teman sekampus – duh baiknya @agantini – saya bisa mendapatkan lagi banyak ilmu mengenai kehidupan #cie.

Oke berikut ini adalah identitas buku yang wajib kita perhatikan agar teman-teman yang tertarik bisa segera menggali ilmunya. Jangan lupa di share kawan! 

Judul : How to Master Your Habits
Penulis : Felix. Y. Siaw (bukan felin ya hehehe. Belum nerbitin aja :P)
Penerbit : Khilafah Press
Jumlah halaman : 170
kalau mau pesan, lewat online aja di @alfatihcenter

Nah, masih inget dengan postingan buku yang judulnya 23 Episentrum kan? (engga? Oke oke kalem aja bos) Buku ini juga isinya tentang motivasi (walaupun di belakang covernya tertulis ‘bukan buku motivasi’) yang ditulis dengan bahasa yang sederhana, cukup ke-kini-an (yah mudah dimengerti sama remaja jaman sekarang aja gitu) dan banyak hal-hal baru yang cukup mengagetkan.
Salah satunya adalah, ternyata untuk menciptakan suatu habits, kita tidak perlu memiliki kemauan kuat, jadi terpaksa maupun ikhlas dalam melakukannya, dua-duanya dapat menciptakan habits karena habits itu tercipta dari practice and repetition.

Cara membangun habits itu hanya tiga langkah bos, pertama mulai dari hal yang kecil, kedua temukan tempat habits; kuncinya ada pada kata ‘setelah’. Misal, setelah shalat subuh mau tadarus 2 lembar. Langkah ketiga yang merupakan langkah paling menantang adalah melakukan aktivitas yang ingin kita bangun menjadi sebuah habits itu setiap hari. Untuk mengantisipasi flukluatifnya kualitas istiqamah kita, maka buatlah bermacam reminder yang bisa dilihat kapan dan dimana saja. Misalnya di kamar kita tempelin post-it warna warni (engga juga gapapa) yang isinya tentang ‘misi’ kita dalam membentuk pribadi yang lebih baik. Bisa juga dibuat di kalendar handphone, kita buat jadi pengingat setiap hari dengan memasang alarm pada setiap kegiatan yang harus dilakukan.

Bagian buku lainnya yang menarik adalah fakta mengenai habits yang bisa memberikan sesuatu pada sang empu-nya. Teach habits, and habits will serve you begitu bahasa ustadz Felix-nya. Lalu ada pesan bahwa kita harus menciptakan keberuntungan dengan habits dan jangan hanya menunggu keberuntungan tersebut. Kejarlah keberuntungan dengan ambil kesempatan! Bertambah 1% setiap harinya lebih baik karena dalam satu tahun, kualitas habits baru kita telah bertambah sebanyak 365% jika terus dilaksanakan. Suka tidak suka. Ikhlas atau terpaksa. Karena habits bisa terjadi secara otomatis setelah kita melakukannya dalam periode 30 hari, 3 bulan, dan satu tahun (kalau ga salah ya. Hehe)

Oiya, pak ustadz juga menambahkan ayat ke 268 dalam surah al-baqarah yang berhubungan dengan ‘impossible is nothing’. Impossible adalah kumpulan peluang/kesempatan yang menciptakan suatu kemungkinan. Banyaknya sih orang-orang cuma semangat di awal-awal aja, nah kesananya pasti melempem. Itu tandanya syaitan telah sukses menggencarkan virus #mendingan, #sekali-ini-aja sama #ini-yang-terakhir-deh. Coba bayangkan ketiga mantra itu. Jika anda berada dalam posisi malas dan mengatakan mantra2 itu, apa yang terjadi? Anda semakin malas bukan? Anda semakin menyia-nyiakan waktu? Wuiiih parah banget ya. Nah maka dari itu, kita semua harus bisa menaklukan godaan-godaan tersebut dengan cara terus melakukan aksi dan terus bergerak! (ada dalam bab take action dan move-move and move)

Buku ini pas banget deh suer. Terutama untuk para remaja yang sedang mencari jati diri ? Loh apa hubungannya? Iya jadi gini. Mumpung msih muda, yuk kita buat habits baru yang akan sangat bermanfaat bagi kita di masa kini dan masa depan.

Sekali lagi, apa sih yang bisa menciptakan habits?
Jawabannya adalah practice and repetition!

Seperti pemain sulap yang bisa memukau para penonton yang padahal mereka memiliki trik-trik sulap yang telah dipraktikan ratusan bahkan ribuan kali demi menciptakan sulap yang keren. atau seperti penemu bohlam lampu yang mengadakan percobaan hingga lebih dari 1000 kali.. Kita juga bisa sama memukau-nya dengan mereka atau bahkan lebih memukau dengan syarat practice and repeat your new and good habits karena tidak ada yang mustahil.

Semangat!

Yuk ah kita bergerak sekarang.Success never comes to indolence, right?

(ditulis dengan keadaan sakit punggung gara-gara nulis chapter report *eh)

No comments:

Post a Comment