Saturday, April 13, 2013

Kdrama Challange : I Miss You


berikut ini adalah catatan kecil - hasil hobi nonton kdrama - selama menonton drama hingga drama itu berakhir *tsaah. hati-hati, tulisan ini mungkin mengandung spoiler dan berisi komentar paling subjektif yang pernah ada. haha. selamat membaca!
11 april 2013
20.56
sekarang lagi mau namatin film missing you – yang dari episode 14 aku pending berminggu-minggu yang lalu hingga akhirnya sekarang udah sampe episode 17 dan aku harus nunggu sampe besok buat nonton episode 18-20 nya karena episode itu cuma ada di dvd yang sengaja aku tinggal di rumah.
Alesan pertama kenapa aku kepengen berat nonton drama ini adalah karena ada yoo chun-nya. Terus alesan konyol lainnya adalah aku kepengen liat yoon eun hye dipasangin sama cowok ganteng – karena selama ini lawan main dia di kdrama om-om semua hahaha. Alesan yang rada bagusan dikitnya karena aku penasaran sama rating-nya yang cukup gede sedangkan dedengkotnya dramabeans engga tertarik banget sama jalan cerita drama ini. Aku juga awal-awal nonton episode 1-5 rasanya biasa banget, sedih sih engga, tapi malah kesel, kok ada ya orang-orang jahat separah mereka. Anak sendiri di pukulin aja malah bilang “lah segitu mah ga akan bikin dia mati!”
akar konflik di film ini adalah uang. Beralih pada ‘pengorbanan’ terpisahnya seorang ibu dan anak laki-laki satu-satunya. Terus tiga orang anak yang sangat innocent itu pun jadi korban keserakahan orang-orang tua itu yang gila harta. Akhirnya berujung pada kegilaan anak sang ibu yang tega membunuh empat orang dan menimpakan semua kesalahannya kepada seorang wanita bernama... Soo Yeon.
Film ini jadi semakin rumit di episode...17?!! what the …..!!!
Sebagai penyuka kdrama, aku udah cukup banyak dikecewain sama melodrama kaya gini karena aku harus tahan buat engga bosen nonton acara tangis-tangisan sebelum akhirnya sampai pada titik dimana aku engga sabar banget buat tahu resolusi dari drama ini.
Entah ini permainan produser atau screen writer atau para pemantau rating, drama ini harus berkutat sama masalah-masalah sepele hampir di 10 episode. Peluang berkembangnya sebuah konflik terus dikesampingkan hingga akhirnya sang sutradara dan kawan-kawan membuat Herry akhirnya jadi seratus persen gila dan psikopat – padahal wajah dia ganteng *eh
21.19 WIB
13 APRIL 2013
akhirnya tamat juga!
Ada yang salah sama script writer drama ini, tau ga, aku berasa lagi nonton sinetron yang suka bikin kesel tea geuning!. Bedanya ini yang main adalah trio Y : Yoo-chun, Yoo Eun Hye dan Yoo Seung Ho.
Seperti yang udah aku sebutin di atas, drama ini sangat bertele-tele, dan semakin menjengkelkan di episode 20 dan 21. kenapa? Karena aku pikir ini script-writer-nya kelilipan sendal pas nulis naskah. Banyak kesalahan ‘fatal’ dalam kdrama satu ini yang amat-sangat- membuat kecewa.
Pertama, kenapa polisi-polisi di drama ini bisa kalah sama satu orang bocah dengan kaki pincangnya yang masih bisa berhubungan sama orang perancis, sempet nyewa mobil, dan engga kelacak sama sekali?! Jong-Woo juga kenapa sih konyol banget, ngejar anak ingusan aja kagak bisa?!
Adegan pengejaran Hyun Jung yang ngejago banget sampe bawa sepeda itu adalah hal ter-lucu yang pernah aku liat di sepanjang sejarah drama per-korea-an. Jung woo berhasil narik tas HJ, tapi dia ga bisa nangkep anak itu. Padahal kalau aku jadi dia, udah aku gulingin itu sepeda.
Kedua, lagi-lagi adegan penangkapan HJ. Dia udah ketembak kaki-nya sama polisi, tapi dia masih bisa kabur dengan mobil dan para polisi itu mendadak amnesia kalau pistol ditangan mereka bisa nembak ban mobil!!
ketiga, adegan sebelum Jung Woo di tembak HJ. Itu SWAT atau anggota drama sekolah? Udah dateng telat, naklukin bocah dengan kaki pincang aja masih harus mikir-mikir. Tembak? Ga tembak? Tembak sekarang? Tembak nanti? Tembak taun depan aja?
Semua hal diatas jadi cacat terbesar drama ini. Padahal 5 menit terakhir dari episode ini bikin sedih-nyesek-tapi-ga-bisa-nangis. Padahal 1 menit di episode 17 aku suka banget, sampai penasaran gimana cerita selanjutnya. Padahal para pemain utama film ini udah keren-keren. Tapi kenapa film ini....duh *ngelus dada
Terlalu banyak tragedi, ironi, dan kekonyolan yang seharusnya engga terjadi. Hal paling mengecewakan dari semuanya adalah kenapa Hyun Jung dibiarkan tetap hidup, terlihat kurang normal, dan sendirian?! Sumpah, pengen nangis rasanya. Dari 21 episode, hanya bagian itu aja yang sangat menyentuh dan bikin nyesek. Aku padahal udah berharap semoga HJ dibuat happy aja. oh oke oke, ada adegan lain yang menyentuh juga sih, yaitu pas JW nelpon ibunya SY dan bilang omonii, saranghe - mengingat perjuangan selama 14 tahun mereka tinggal bersama-sama sebagai 'ibu dan anak' hingga akhirnya JW dan ahjumma bisa berbahagia.
Oke buat penggemar Yoo Chun, gapapa lah nonton ini. Buat penggemar Yoo Sung Ho – noona heart’s stealer – bisa lah nobar sama fans-nya Yoo Chun. Oooh, buat para fanboy Yoo Eun Hye, boleh deh gelar tikar bareng sambil bawa kopi tubruk, terus nonton bareng-bareng sama fans-nya Yoo Chun dan Seung Ho, tapi awas aja ya jangan sampe dorong-dorong (emang nonton konser?!) tapi buat penggemar drama korea seperti saya sejak SMP, yang selalu menantikan jalan cerita yang bikin penasaran sampai akhir (Reply 1997 fans’ here!) atau yang menantikan ending yang cerdas, atau yang susah ngerasa sedih kaya saya *eh, ga usah capek-capek nonton deh. Tapiiiii, walaupun begitu ini semua saya kembalikan ke persepsi masing-masing. Saya hanya mengutarakan curhatan aja.;)
Thats all from me. See you on the next rambling. bye

No comments:

Post a Comment