26 Agustus 2013
WOW
Baru kali ini aku nonton
drama korea yang menyentuh banget jauuuuh ke dalem. School 2013 bukan drama yang
sempurna, tapi drama yang luar biasa menyentuh. Sebagai penonton, baru kali ini aku
nonton sambil ngerasaain berada di posisi karakter, ngerasain konflik yang lagi
terjadi, ikut sedih, ikut senenng, ikutan malu, pengen jambak rambut, nendang
orang, abis itu nangis sesenggukan. School 2013 bukan melodrama, tapi sukses
bikin aku nangis dan engga cuma sekali. Wow.
Ceritanya sih biasa,
tentang anak sekolah – SMA lebih tepatnya, biasa lah ada proses belajarnya,
mabal, jadi anak bandel, ujian, dsb dsb. Yang beda
adalah, sampe akhir dari cerita, banyak kisah yang dibuka tapi masih mengandung
misteri.
Drama ini selalu membuat penonton menempatkan diri
mereka di sudut pandang para tokohnya. Dalam satu situasi, penonton akan merasa
dilematis antara memihak si A atau si B. tapi berakhir dengan tidak memihak
siapapun karena sudah mengerti akar permasalahan lalu penonton akan merasa
tidak berdaya, sedih, tapi akhirnya jadi lebih dewasa. Wow
Kasus pertama, Goo Nam Soon dengan Park Seung Ho
Walaupun berakhir dengan baik, mereka ini bener-bener
bikin aku curiga. Apakah kedua-nya normal? – straight I mean. Hahahaha. Maap
nih, radar saya lagi error. Setiap kali ngeliat tatapan Nam Soon ke Seung Ho
yang diem-diem di kelas itu, asumsinya langsung ‘oh apa mereka itu…h..?’. Nam Soon itu bikin aku kesel kadang-kadang.
Kenapa dia se-hopeless males itu, padahal semangatnya ada buat bantuin
orang. Tapi kenapa oh kenapa… Untungnya ending film ini nunjukin kalau dia akan
mulai memikirkan masa depannya. Oalah .. dipikir-pikir, dulu pas aku kelas 2
SMA juga kurang lebih kondisinya sama kaya dia. Ga ada tujuan. Ga tau mau
nerusin kuliah dimana. Ga tau mau jadi apa. Ga mikirin apa-apa selain nonton
drama korea.#maapcurhat
Kasus kedua, si rambut kaya helm. Duh lupa namanya..
dia itu punya kekurangan di IQ, tapi punya semangat buat sekolah. Keren!
Kasus ketiga, Kang Joong dan song ha kyung? Cewe-cewe
ini kurang dapet porsi dibanding duo maut, tapi cukup ngewarnain cerita..
Aneh, aku bisa nangis di kisahnya oh jung si berandal.
Aku Cuma berharap semoga dia bisa ngelaluin hidupnya yang udah keras dari sejak
dia kecil dan bisa nemuin kebahagiaan di dalamnya. Atau yah semoga dia bahagia
sama mitos renkarnasi dan punya harapan disana.
Rating-wise: 8 out of 10
<SPOILER> yang kurang suka, skip aja ;)
Selama ini aku berharap kalau di ending, mereka akan
diperlihatkan masa depan yang cerah bagi masing-masing siswa di kelas 2-2
tersebut. Bahkan aku berharap banget Jung SSN bisa memiliki kehidupan diluar
sekolah. Tapi drama ini nunjukin hal lain – walaupun sederhana, tapi pesan yang
disampaikan adalah life must go on!
Humor nya, senengnya, sedihnya, memorable nya,
perfect. Kekurangannya adalah terlalu sering berputar konflik yang sama dan
terlalu terbaca. Sudahlah. Yang penting udang tamat dan sukses, ya ga?
School 2013 ngeinspirasi banget. Kdrama satu ini mengajarkan gimana caranya jadi guru yang walaupun terus menerus bertemu dengan kondisi dilematis, tetap menjunjung tinggi kebenaran untuk terus memotivasi murid-murid agar belajar untuk hidup dengan baik.
Saya jadi ingat nasihat salah satu dosen saya,
bahwa seorang guru itu tidak hanya mengajarkan mata pelajaran saja, tapi
mengajarkan pelajaran hidup di luar sana. Intinya, kalau seorang guru bisa
menanamkan nilai semangat di tiap-tiap siswa, energi itu akan terus terasa oleh
siswa itu sendiri hingga ia besar dan tua. Pantas saja amalan yang tidak pernah
hilang itu adalah ilmu yang bermanfaat, karena ilmu itu akan terus menerus
meninggalkan jejak dan berpindah tangan. Jumlahnya tidak akan berkurang, malah
terus bertambah.
No comments:
Post a Comment