Wednesday, September 24, 2014

Kdrama Challange: School 2013



26 Agustus 2013

WOW
Baru kali ini aku nonton drama korea yang menyentuh banget jauuuuh ke dalem. School 2013 bukan drama yang sempurna, tapi drama yang luar biasa menyentuh. Sebagai penonton, baru kali ini aku nonton sambil ngerasaain berada di posisi karakter, ngerasain konflik yang lagi terjadi, ikut sedih, ikut senenng, ikutan malu, pengen jambak rambut, nendang orang, abis itu nangis sesenggukan. School 2013 bukan melodrama, tapi sukses bikin aku nangis dan engga cuma sekali. Wow.

Ceritanya sih biasa, tentang anak sekolah – SMA lebih tepatnya, biasa lah ada proses belajarnya, mabal, jadi anak bandel, ujian, dsb dsb. Yang beda adalah, sampe akhir dari cerita, banyak kisah yang dibuka tapi masih mengandung misteri.

Drama ini selalu membuat penonton menempatkan diri mereka di sudut pandang para tokohnya. Dalam satu situasi, penonton akan merasa dilematis antara memihak si A atau si B. tapi berakhir dengan tidak memihak siapapun karena sudah mengerti akar permasalahan lalu penonton akan merasa tidak berdaya, sedih, tapi akhirnya jadi lebih dewasa. Wow

Kasus pertama, Goo Nam Soon dengan Park Seung Ho
Walaupun berakhir dengan baik, mereka ini bener-bener bikin aku curiga. Apakah kedua-nya normal? – straight I mean. Hahahaha. Maap nih, radar saya lagi error. Setiap kali ngeliat tatapan Nam Soon ke Seung Ho yang diem-diem di kelas itu, asumsinya langsung ‘oh apa mereka itu…h..?’. Nam Soon itu bikin aku kesel kadang-kadang. Kenapa dia se-hopeless males itu, padahal semangatnya ada buat bantuin orang. Tapi kenapa oh kenapa… Untungnya ending film ini nunjukin kalau dia akan mulai memikirkan masa depannya. Oalah .. dipikir-pikir, dulu pas aku kelas 2 SMA juga kurang lebih kondisinya sama kaya dia. Ga ada tujuan. Ga tau mau nerusin kuliah dimana. Ga tau mau jadi apa. Ga mikirin apa-apa selain nonton drama korea.#maapcurhat

Kasus kedua, si rambut kaya helm. Duh lupa namanya.. dia itu punya kekurangan di IQ, tapi punya semangat buat sekolah. Keren! 

Kasus ketiga, Kang Joong dan song ha kyung? Cewe-cewe ini kurang dapet porsi dibanding duo maut, tapi cukup ngewarnain cerita..
Aneh, aku bisa nangis di kisahnya oh jung si berandal. Aku Cuma berharap semoga dia bisa ngelaluin hidupnya yang udah keras dari sejak dia kecil dan bisa nemuin kebahagiaan di dalamnya. Atau yah semoga dia bahagia sama mitos renkarnasi dan punya harapan disana. 


Rating-wise: 8 out of 10

<SPOILER> yang kurang suka, skip aja ;)

Selama ini aku berharap kalau di ending, mereka akan diperlihatkan masa depan yang cerah bagi masing-masing siswa di kelas 2-2 tersebut. Bahkan aku berharap banget Jung SSN bisa memiliki kehidupan diluar sekolah. Tapi drama ini nunjukin hal lain – walaupun sederhana, tapi pesan yang disampaikan adalah life must go on!
Humor nya, senengnya, sedihnya, memorable nya, perfect. Kekurangannya adalah terlalu sering berputar konflik yang sama dan terlalu terbaca. Sudahlah. Yang penting udang tamat dan sukses, ya ga?
School 2013 ngeinspirasi banget. Kdrama satu ini mengajarkan gimana caranya jadi guru yang walaupun terus menerus bertemu dengan kondisi dilematis, tetap menjunjung tinggi kebenaran untuk terus memotivasi murid-murid agar belajar untuk hidup dengan baik. 
Saya jadi ingat nasihat salah satu dosen saya, bahwa seorang guru itu tidak hanya mengajarkan mata pelajaran saja, tapi mengajarkan pelajaran hidup di luar sana. Intinya, kalau seorang guru bisa menanamkan nilai semangat di tiap-tiap siswa, energi itu akan terus terasa oleh siswa itu sendiri hingga ia besar dan tua. Pantas saja amalan yang tidak pernah hilang itu adalah ilmu yang bermanfaat, karena ilmu itu akan terus menerus meninggalkan jejak dan berpindah tangan. Jumlahnya tidak akan berkurang, malah terus bertambah.

No comments:

Post a Comment