Kamis, 10 November 2011
21.20
Spring In London, buku yang pernah aku baca beberapa bulan yang lalu, ketika aku masih duduk di bangku SMA. Buku yang aku tunda pembeliannya karena masalah keuangan (curhat) dan akhirnya malah meminjam pada teman, tapi sekarang berhasil aku beli di tgl 20-10-11 dan beres di baca 20 hari kemudian hahaha
Oke, hal-hal yang aku sukai dari buku ini belum berubah. Perasaan yang aku alami ketika membaca kata demi kata masih sama seperti saat pertama kali aku membacanya, buku ini sangat menghibur.
Istilah hiburan sendiri bukan berarti selalu membuat kita tertawa-tawa. Aku menyukai novel atau karya apapun yang berjenis romance-comedy. Ada beberapa bagian di cerita ini yang membuatku terbahak karena adegan lucu yang muncul tiba-tiba, atau membuatku ‘geli’ gara-gara terlalu cheesy (you know something about the butterflies in your stomach right?)
Alur cerita yang ringan membuatku semakin mudah mencerna setiap bagian dari novel ini. Kisah yang di angkat benar-benar dekat dengan kehidupan orang korea (sejauh yang aku amati dari film-film yang pernah ditonton). Pertama, latar belakang karakter utamanya. Tokoh utama wanita nya adalah seorang model, dan tokoh utama laki-laki juga seorang model sekaligus sutradara. Kedua, masalah skandal yang diangkat, sering terjadi di kalangan selebritas korea. Walaupun kasusnya beragam, tapi dampak dari masalahnya sangatnya jelas. Buruknya pencitraan seseorang bisa berawal dari berbagai pemberitaan fakta maupun hanya sekadar hal yang bisa mendongkrak kepopuleran. Mungkin yang kurang disini adalah absennya para fans yang di dunia nyata sana sangat berperan besar terhadap karir seorang artis. Mereka bisa mengangkat maupun menjatuhkan idola nya sendiri. Jadi buat para artis korea, mereka itu engga bisa seenak jidatnya punya pacar, ironis bukan? Dibanding sama artis-artis ehm dalam negeri yang nikah-cerai 3 kali dalam beberapa tahun terakhir pun engga masalah.
Sebagai sebuah novel dengan penjualan yang begitu fantastis (bisa meraih gelar best seller dari terbitan Gramedia), aku sedikit mempertanyakan bagian mana dari novel ini yang bisa menarik sebegitu banyak pembaca. Yang aku bisa tangkap adalah penggunaan kata-katanya seperti sebuah novel terjemahan namun yah- memang sangat mudah di pahami sehingga membacanya pun mengalir dan tanpa beban apapun (ciee) - mungkin bisa menjadi suatu daya tarik tersendiri terhadap novel ini.
All of them, I love the love story between the characters (and the humor from others character)
"If we love someone, we don’t need to know about their past. We just think about how are we gonna do in the future to support our love and how are we gonna do at right now to keep the love still exist"
7,8 / 10
No comments:
Post a Comment