Wednesday, March 7, 2012

Donor Darah

  
Siapa yang takut jarum suntik?

  Sebernya sih saya engga pernah ada ‘masalah’ sama benda tajam itu, tapi entah kenapa pada awalnya selalu saja saya merasa takut padahal ga terjadi apa-apa.
  
  Dua hari yang lalu kampus saya mengadakan acara donor darah dan informasinya sudah tersebar melalui sms jauh-jauh hari sebelum pelaksanaannya. Entah ada angin apa, saya tiba-tiba kepengen ikut, maka paginya, saya dan teman saya Deasy datang ke tempat donor, duduk manis dibarisan belakang karena sedikit datang terlambat, lalu mengantri pendaftaran dan akhirnya kami dipanggil untuk menjalani pemeriksaan (kaya  tersangka kasus aja hehehe)

  Namun sayang sekali pemirsa, kami tidak bisa mendonorkan darah karena saya Hb nya kurang dari standar yaitu 12,5 sedangkan Deasy tekanan darahnya rendah. Kami pun akhirnya pulang dengan hati kecewa...sangat kecewa. Saya pribadi, kemarin itu merupakan pengalaman pertama dateng ke tempat pendonoran darah. Selama ini saya masih merasa takut dan belum cukup umur!

  Abis gitu kita pergi kuliah deh

....


  Ih asli ga rame banget ini tulisan hahaha

  Oke serius deh sekarang, jadi yang mau saya sampaikan disini adalah :

  Pertama, bersyukurlah bagi anda-anda yang sekarang kondisinya sedang sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apapun. Bersyukurlah anda yang bisa menikmati hari tanpa harus cuci darah tiap 3 hari sekali.

  Kedua, bersyukurlah bagi kalian yang tergerak hatinya untuk menolong orang lain dengan mendonorkan darah. Ada pepatah yang bilang, kalaupun kita tidak bisa membantu oranglain dengan materi, kita bisa membantu dengan apa yang ada dalam tubuh kita.

  Ketiga, buat temen-temen yang sedang sehat dan sebenernya lolos persyaratan untuk menjadi pendonor, sudahkah temen-temen semua terfikir untuk ikut mengantri pendaftaran di PMI terdekat? Kalau belum, mari tinjau lagi apa alasannya.

  Kesakitan kita saat darah kita diambil untuk didonorkan itu engga seberapa sama seberapa kesusahannya orang-orang diluar sana yang berjuang untuk mempertahankan hidup loh! Mertahanin Hidup loh kawan, bukan mertahanin prestasi apalagi tanah warisan. Ini sudah menyangkut nyawa manusia – dan harus ditegaskan lagi bahwa ini semua adalah titipan Tuhan. Intinya, mau sampai kapan hati kita ‘dikeraskan’ oleh diri kita sendiri? Masa kita harus diberi ‘peringatan’ dalam bentuk musibah dulu baru bisa sadar? Nauzubillah...

  Tapi semua itu balik lagi ke diri masing-masing, karena ber-amal tanpa keihklasan hanya akan menjadi sebuah perbuatan yang sia-sia...iya kan?


  Sip, sekian dari saya, Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang membacanya,


 Guys, Please be ready to donate our blood anytime, ok ;)


picture source : http://mecostaosceolaredcross.wordpress.com/category/donate-blood/

No comments:

Post a Comment