Friday, February 8, 2013

Buka Bukunya : The Kite Runner

-->
Bandung, 21 Januari 2013
22.03
Untuk yang pertama kalinya, saya sangat bersyukur telah memilih buku yang tepat, untuk memilikinya. Karena buku ini sangat menyentuh sanubari, menyesakkan dada, dan mengoyak jiwa. Pertama dalam sejarah, kisah yang diceritakan menorehkan perasaan mendalam yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
The Kite Runner.
Buku ini telah ‘direkomendasikan’ oleh seorang kawan – yang sekarang telah saya anggap sebagai kakak sendiri – pada waktu saya masih kuliah di semester pertama. Itu berarti hampir 2 tahun yang lalu.
Mungkin memang sekarang waktu yang tepat untuk benar-benar menghayati kisah yang sangat luar biasa ini.
Ketegangannya, rasa penasarannya, rasa bersalah, kebahagiaan antar dua orang sahabat, dua orang saudara, dan perasaan lainnya yang mengiringi ‘perjalalan’ saya membaca kisah Amir ini. Jujur, sebelum membaca, saya kurang yakin dengan isinya. Saya sering sekali ‘tertipu’ dengan iming-iming buku best seller. Seperti the alchemist yang kurang menghentak – bagi saya – mungkin karena saya tidak mengerti eksekusi akhirnya.
Intinya saya mendapatkan pelajaran berharga. Bahwa sekecil atau sebesar apapun kesalahan kita di masa lalu, akan selalu ada jalan untuk menebusnya – asalkan kita berusaha untuk benar-benar melakukannya.
Saya menangis tersedu-sedu ketika membaca halaman 236
Saya hampir kembali menangis ketika membaca pengakuan Sohram yang mengatakan bahwa ia sangat lelah dengan semuanya, bahwa ia sangat menginginkan kehidupan di masa lalunya TT.TT
Setelah membaca ini, saya jadi ingin sering berdoa semoga kedamaian akan terus berada ditengah-tengah kita  dan para saudara kita dibelahan bumi manapun (Mengingat sampai sekarang masih banyak peperangan di Palestina) amin.

No comments:

Post a Comment