Judul
|
: Seluas Langit
Biru
|
Penulis
|
: Sitta Karina
Rachmidiharja
|
Penerbit
|
: Terrant Books
|
Waktu terbit
|
:2008
|
Jumlah hlm
|
: 304
|
Yeah!
Akhirnya aku beres juga baca lagi buku 'bermutu'...ups no offense buat
buku lain yang pernah aku baca- bukan berarti yang lain itu engga mutu - tapi
aku kangen banget sama sesuatu yang isinya KAYA banget akan ilmu pengetahuan.
Oke mungkin disini genre nya tetep romance, banyak bertaburan
merek-merek yang aku ga kenal, konfliknya cukup familiar, tapi ada sesuatu yang
bikin buku ini unik dan keren. Cara penulis dalam menyinggung 'masalah' bangsa
ini sangat menginspirasiku. Sudah lama aku tidak mengikuti perkembangan dalam
negeri dan bingung dalam menyalurkan opini. Ternyata penulis ini sudah
jauh-jauh hari mengkampanyekan itu.
Satu
hal yang bikin aku kesel, di novel ini banyak kata kiasan dan banyak dialog
dalam bahsa inggris. Ironisnya, aku baru ngerti semua itu sekarang. Parah!
Berarti dulu bahasa inggris gue jelek abis ya?!
Oke
udahan dulu curhatannya aku mau bahas novelnya nih (biar kaya resensi buku
beneran)
Pertama,
mengenai karakter Bianca yang engga biasa. Masa aja jaman sekarang - cewek dari
kalangan sosialita kaya dia - menyenangi dirinya untuk menjadi seorang -
ninja?! Oh my god, ini adalah ide terliar yang pernah aku liat dalam sebuah
novel roman. Karakter super hero nya Aozora disinin juga cenderung
sering diangkat kedalam beberapa cerita ataupun - khususnya film korea dimana
sang bodyguard jatuh cinta sama mistress nya.
Tokoh-tokoh
yang cukup berperan penting di dalam cerita ini ada Kama dan Cagar . Tokoh
antagonisnya adalah Mauro. Tokoh
protagonis yang aku bingung kok sebegitu mendadaknya perubahan sikap dia adalah
Kaminari Kei. Aku pikir, penulis tidak menggambarkan lebih jauh mengapa Kei
yang awalnya sangat ambisius mendadak luluh dan menyerahkan Bianca begitu aja
sama Sora - panggilan Aozora.
Nilai
moral yang ditanamkan dari novel ini sangat nyata dan menyentuh. Sesuai dengan
judulnya. Kita harus memiliki hati yang seluas langit biru, sehingga kita bisa
memaafkan kesalahan orang lain atau masa
lalu dan menatap masa depan dengan lebih optimis. Terkadang hal ini cukup sulit
untuk dilaksanakan mengingat emosi masih menjadi penduduk paling dominan pada
republik diri kita. Kebanyakan orang akan menjadi ikhlas ketika sedang dalam
keadaan terjepit - atauuu ketika mereka menyadari semuanya sudah terlambat.
Aku
kasih bintang 4 dari 5 - karena aku suka gaya bahasanya, sedikit latar belakang
yang tidak biasa, serta kayanya pengetahuan penulis tentang dunia upper class -
yang mungkin bersumber dari pengalaman penulis sendiri. Aku kadang ga bisa
bayangin kejadian-kejadian yang ada dalam buku ini tanpa pengalaman di dunia
nyata.
Judul
|
: Titanium
|
Penulis
|
: Sitta Karina Rachmidiharja
|
Penerbit
|
: Terrant Books
|
Waktu terbit
|
:2009
|
Jumlah hlm
|
: 446
|
Nasionalisme nya bikin novel ini beda dari yang lain!
Biasanya, aku tuh suka memberi penilaian dari satu
sisi aja, nah sekarang mau dicobain deh menilai dari beragam sisi.
(males bikin summary, langsung aja ke komennya ya hehehe)
Pertama alur cerita, aku kasih 3 of 5. mungkin bisa
jadi karena setelah membaca seluas langit biru, aku sedikit terbiasa dengan
gaya mbak sitta dalam menuliskan adegan klimaks. Sungguh merupakan sumber
inspirasi.
Dari segi penokohan, aku cukup bisa ngebayangin Romijn Indira Singgih yang berkarakter
kebalikannya Austin Taura Hanafiah itu kaya gimana. Lumayan susah nerima segala
logikanya penulis yang mengatakan kalau Romy - panggilannya Romijn -itu bukan
berasal dari kaum sosialita yang artinya uang yang dia punya engga seberapa,
tapi dia sering juga makan di resto mewah atau ngopi di starbucks. Iya sih bisa
jadi dengan gaji uangnya Romy di perusahaan di Jakarta emang bisa bikin dia
kaya gitu, tapi menurutku sih kalau dibilang 'misikin-miskin' amat, Romy itu
engga cocok, padahal penulisnya bilang kalau dia itu hidup 'sederhana' bersama ibunya.
Jadi penokohan dan latar belakang mereka aku kasih 2
of 5 aj adeh
Ketiga, dari sisi setting cerita. Penulis ngebuatku
kelabakan sama banyaknya istilah dari kaum atas (mulai dari merek baju
terkenal, sepatu, jam tangan, restoran, sampe nama-nama acara untuk kaum itu
yang aku ga kebayang kaya gimana). Tidak menutup kemungkinan kalau penulis
pernah merasakan dunia seperti itu sehingga ia nampaknya tau luar dalam tentang
kehidupan sosialita.
Perpaduan antara kehidupan gelamor dan gayanya dalam
menambahkan bumbu kisah dalam negeri yang miris, membuktikan bahwa penulis itu
masih cinta negerinya sendiri, penulis juga kaya referensi perihal masalah
dalam negeri, kagum banget sama hal itu!
So, 5 of 5 adalah nilai sempurna yang sedikit bisa
menghargai usaha penulis.
Gaya bahasa? Hmmmm terkadang bikin bingung karena
dialog tokoh-tokohnya kadang formal banget! Gereget dan bikin manyun bacanya.
Mengurangi esensi romannya kalau aku bilang.
Kekurangan? Yah mungkin di beberapa halaman ada
penulisan kata yang salah. Pendeskripsian yang kadang - terasa - terlalu
mendetail (ampe pusiang ) membuat buku ini engga bisa 100% aku jadiin
favorit. ㅋㅋㅋ
Good
job deh buat SK. Semoga aku bisa nikmatin lagi karya-karyanya dia (yang udah
ditunggu-tunggu dari jaman SMA kelas 2 sampe sekarang kuliah semester2-baru mau
ke3) dengan gayanya yang nasionalis.
maaf, tapi buku seluas langit biru-nya berniat buat dijual gak ? saya lagi nyari
ReplyDeletemakasih :)
hi fadilla,
ReplyDeletewaduh maaf banget aku engga punya bukunya, itu hasil minjem dari temen hehehe.