Thursday, July 19, 2012

Seluas Langit Biru & Titanium Review


Judul        
: Seluas Langit Biru
Penulis     
: Sitta Karina Rachmidiharja
Penerbit    
: Terrant Books
Waktu terbit   
:2008
Jumlah hlm     
: 304



Yeah! Akhirnya aku beres juga baca lagi buku 'bermutu'...ups no offense buat buku lain yang pernah aku baca- bukan berarti yang lain itu engga mutu - tapi aku kangen banget sama sesuatu yang isinya KAYA banget akan ilmu pengetahuan. Oke mungkin disini genre nya tetep romance, banyak bertaburan merek-merek yang aku ga kenal, konfliknya cukup familiar, tapi ada sesuatu yang bikin buku ini unik dan keren. Cara penulis dalam menyinggung 'masalah' bangsa ini sangat menginspirasiku. Sudah lama aku tidak mengikuti perkembangan dalam negeri dan bingung dalam menyalurkan opini. Ternyata penulis ini sudah jauh-jauh hari mengkampanyekan itu.

Satu hal yang bikin aku kesel, di novel ini banyak kata kiasan dan banyak dialog dalam bahsa inggris. Ironisnya, aku baru ngerti semua itu sekarang. Parah! Berarti dulu bahasa inggris gue jelek abis ya?!

Oke udahan dulu curhatannya aku mau bahas novelnya nih (biar kaya resensi buku beneran)

Pertama, mengenai karakter Bianca yang engga biasa. Masa aja jaman sekarang - cewek dari kalangan sosialita kaya dia - menyenangi dirinya untuk menjadi seorang - ninja?! Oh my god, ini adalah ide terliar yang pernah aku liat dalam sebuah novel roman. Karakter super hero nya Aozora disinin juga cenderung sering diangkat kedalam beberapa cerita ataupun - khususnya film korea dimana sang bodyguard jatuh cinta sama mistress nya.

Tokoh-tokoh yang cukup berperan penting di dalam cerita ini ada Kama dan Cagar . Tokoh antagonisnya adalah Mauro.  Tokoh protagonis yang aku bingung kok sebegitu mendadaknya perubahan sikap dia adalah Kaminari Kei. Aku pikir, penulis tidak menggambarkan lebih jauh mengapa Kei yang awalnya sangat ambisius mendadak luluh dan menyerahkan Bianca begitu aja sama Sora - panggilan Aozora.

Nilai moral yang ditanamkan dari novel ini sangat nyata dan menyentuh. Sesuai dengan judulnya. Kita harus memiliki hati yang seluas langit biru, sehingga kita bisa memaafkan  kesalahan orang lain atau masa lalu dan menatap masa depan dengan lebih optimis. Terkadang hal ini cukup sulit untuk dilaksanakan mengingat emosi masih menjadi penduduk paling dominan pada republik diri kita. Kebanyakan orang akan menjadi ikhlas ketika sedang dalam keadaan terjepit - atauuu ketika mereka menyadari semuanya sudah terlambat.

Aku kasih bintang 4 dari 5 - karena aku suka gaya bahasanya, sedikit latar belakang yang tidak biasa, serta kayanya pengetahuan penulis tentang dunia upper class - yang mungkin bersumber dari pengalaman penulis sendiri. Aku kadang ga bisa bayangin kejadian-kejadian yang ada dalam buku ini tanpa pengalaman di dunia nyata.

Judul         
: Titanium
Penulis    
 : Sitta Karina Rachmidiharja
Penerbit    
 : Terrant Books
Waktu terbit    
 :2009
Jumlah hlm   
 : 446

Nasionalisme nya bikin novel ini beda dari yang lain!

Biasanya, aku tuh suka memberi penilaian dari satu sisi aja, nah sekarang mau dicobain deh menilai dari beragam sisi.
(males bikin summary, langsung aja ke komennya ya hehehe)

Pertama alur cerita, aku kasih 3 of 5. mungkin bisa jadi karena setelah membaca seluas langit biru, aku sedikit terbiasa dengan gaya mbak sitta dalam menuliskan adegan klimaks. Sungguh merupakan sumber inspirasi.
Dari segi penokohan, aku cukup bisa ngebayangin  Romijn Indira Singgih yang berkarakter kebalikannya Austin Taura Hanafiah itu kaya gimana. Lumayan susah nerima segala logikanya penulis yang mengatakan kalau Romy - panggilannya Romijn -itu bukan berasal dari kaum sosialita yang artinya uang yang dia punya engga seberapa, tapi dia sering juga makan di resto mewah atau ngopi di starbucks. Iya sih bisa jadi dengan gaji uangnya Romy di perusahaan di Jakarta emang bisa bikin dia kaya gitu, tapi menurutku sih kalau dibilang 'misikin-miskin' amat, Romy itu engga cocok, padahal penulisnya bilang kalau dia itu hidup 'sederhana' bersama ibunya.
Jadi penokohan dan latar belakang mereka aku kasih 2 of 5 aj adeh

Ketiga, dari sisi setting cerita. Penulis ngebuatku kelabakan sama banyaknya istilah dari kaum atas (mulai dari merek baju terkenal, sepatu, jam tangan, restoran, sampe nama-nama acara untuk kaum itu yang aku ga kebayang kaya gimana). Tidak menutup kemungkinan kalau penulis pernah merasakan dunia seperti itu sehingga ia nampaknya tau luar dalam tentang kehidupan sosialita.
Perpaduan antara kehidupan gelamor dan gayanya dalam menambahkan bumbu kisah dalam negeri yang miris, membuktikan bahwa penulis itu masih cinta negerinya sendiri, penulis juga kaya referensi perihal masalah dalam negeri, kagum banget sama hal itu!
So, 5 of 5 adalah nilai sempurna yang sedikit bisa menghargai usaha penulis.

Gaya bahasa? Hmmmm terkadang bikin bingung karena dialog tokoh-tokohnya kadang formal banget! Gereget dan bikin manyun bacanya. Mengurangi esensi romannya kalau aku bilang.

Kekurangan? Yah mungkin di beberapa halaman ada penulisan kata yang salah. Pendeskripsian yang kadang - terasa - terlalu mendetail (ampe pusiang ) membuat buku ini engga bisa 100% aku jadiin favorit.  ㅋㅋㅋ

Good job deh buat SK. Semoga aku bisa nikmatin lagi karya-karyanya dia (yang udah ditunggu-tunggu dari jaman SMA kelas 2 sampe sekarang kuliah semester2-baru mau ke3) dengan gayanya yang nasionalis.

2 comments:

  1. maaf, tapi buku seluas langit biru-nya berniat buat dijual gak ? saya lagi nyari
    makasih :)

    ReplyDelete
  2. hi fadilla,
    waduh maaf banget aku engga punya bukunya, itu hasil minjem dari temen hehehe.

    ReplyDelete