Monday, December 24, 2012

Review : Tom Hanks is Forrest Gump

Hari sabtu yang lalu (22/12/12) setelah seharian menyusuri jalan tanpa arah untuk mencari sebuah kafe bernama Madtari (yeah, udik banget ya hari gini masih engga tau dimana itu kafe. Selama ini selalu aja hanya mengenal kata 'tiba' bukannya 'bagaimana cara pergi kesana' #pfft) akhirnya motor yang saya kendarai bersama sepupu saya mampir ke toko DVD. Jangan harap toko itu berstempel asli karena di daerah rumah saya jaraaaaang banget ada toko DVD asli... makanya saya jadi... ah sudahlah.

Singkat cerita, saya akhirnya memutuskan untuk membeli DVD yang berjudul Tom Hanks is Forrest Gump  karena film itu berada satu rak dengan film-film keren lainnya yang pernah saya tonton, juga film-film yang mendapat banyak penghargaan seperti The Blind Side, Boys with Striped Pyjamas, dan sederet judul film yang dibintangi Tom Hanks lainnya.

Ini adalah kali kedua saya menuliskan sebuah resensi mengenai film setelah How to Train Your Dragon - yang menjadi salah satu postingan terfavorit para readers hehehe. Mari kita mulai!

Jujur, saya ini merasa kekurangan pembendaharaan kata untuk menuliskan sesuatu, memberi komentar, atau sekadar untuk menceritakan kisah atau apalah itu. Maka, setelah menonton, saya membaca resensinya dari sini  dan sangat terkaget-kaget karena saya baru saja menonton film yang di rilis pada tahun kelahiran saya. hahaha. Padahal, di akhir film, saya berfikir bahwa ini film pantesan aja dapet penghargaan best picture, soalnya keren banget bisa bawa suasana tahun 80-an dengan sangat terlihat real, eh ternyata ini film emang beneran jadul!

Jadi, film ini berawal dari adegan sehelai bulu - entah dari bulu burung atau ayam - yang terbang tertiup angin. Lalu muncullah adegan seorang laki-laki yang sedang duduk di sebuah kursi di sebuah tempat bernama halte bis. Ia berbicara entah pada siapa - karena orang di sebelahnya tidak terlihat berantusias untuk mendengarkan - mengenai kisah hidupnya.

Uniknya, para 'pendengar' nya berubah-ubah dari seorang suster, bapak-bapak gendut, seorang ibu dan anak lelakinya, dan terakhir seorang wanita paruh baya yang akhirnya menjadi 'fans' dari cerita dia.

Laki-laki itu adalah Forrest Gump. Ia menceritakan kisahnya dari sejak kanak-kanak yang sudah di 'bully' oleh teman-temannya sejak ia mulai naik bis pertamanya menuju sekolah. Ia bersahabat dengan seseorang yang dianggapnya memiliki suara paling indah di dunia yang mempersilahkan ia duduk di dalam bis dan menjadi cinta pertama dan terakhirnya - Jenny.

Forrest  hanya memiliki IQ 75 dan membuatnya ditolak sebuah sekolah karena batas minimal IQ disekolah itu adalah 80. Tapi ibunya Forrest kekeuh kalau anaknya itu punya kesempatan yang sama dengan anak-anak lain yang IQ nya hanya terpaut 5 poin untuk bisa sekolah disana dengan normal.

Kisah hidup Forrest Gump ini tidak pernah terduga.
Forrest Gump: My Mama always told me that miracles happen every day. Some people don't think so, but they do. 
Mendadak ia bisa berlari sangat kencang - padahal sebelumnya kakinya harus mendapat alat bantu supaya ia bisa berjalan. Ia juga bisa masuk ke tim Football dan menjadi sangat terkenal karena larinya kencang sekali. Bakat larinya itu membuat ia diterima di sebuah uiversitas. Ia lalu jadi anak buah favorit sersannya di Akademi Militer
Drill Sergeant: Gump! What's your sole purpose in this army? 
Forrest Gump: To do whatever you tell me, drill sergeant! 
Drill Sergeant: God damn it, Gump, you're a goddamn genius. That's the most outstanding answer I've ever heard. You must have a goddamn I.Q. of a hundred and sixty! You are goddamn gifted, Private Gump.
Sejauh yang saya bisa ingat - saya tidak mau ngintip imdb lagi - Forrest telah bertemu beberapa presiden Amerika untuk mendapat penghargaan, dan ia selalu melakukan hal-hal konyol di pertemuan-pertemuan tersebut
President Kennedy: Congratulations. How do you feel?
Forrest Gump: I gotta pee. 
[President Kennedy turns and smiles]
President Kennedy: [turning to camera] I believe he said he had to pee. 
Forrest pun menjadi pemain ping-pong yang lagi-lagi membuatnya menjadi sangat terkenal hingga dia pun diberhentikan karena presiden yang mengutusnya menjadi atlit untuk mewakili U.S Army telah lengser - mungkin, saya kurang mengerti kenapa Forrest yang sudah banyak berjasa harus diberhentikan.

Di akademi militer, Forrest bersahabat dengan seseorang yang sangat terobsesi pada udang - sepanjang film yang menceritakan adegan Forrest saat di akademi militer, ia terus bercerita tentang udang sampai berbusa-busa - bernama Buba (lupa nama lengkapnya :P) dan Buba harus gugur di medan perang. Karena janjinya,sepulang dari 'tugas'nya menjadi atlit pingpong, Forrest yang mendapatkan uang dari sponsor sebesar 25 juta dollar, membeli sebuah kapal untuk menangkap udang.

Sersannya yang kehilangan kedua kaki dan diselamatkan oleh Forrest di medan perang, menjadi partnernya saat mencari udang. Karena suatu kejadian di lautan, akhirnya Forrest menjadi satu-satunya nelayan udang dan ia menjadi sangat kaya.

Ketika waktu terus bergulir, Forrest mencoba untuk memaknai hidupnya. Ia lalu mempunyai misi untuk terus berlari tanpa tahu arah tapi membuatnya menjadi - lagi-lagi - sangat terkenal  dan menginspirasi banyak orang. Hingga akhirnya ia berhenti karena telah merasa lelah.

Menurut banyak orang, film ini mengandung banyak pelajaran moral untuk hidup, I believe it is. Tapi kisahnya dan Jenny membuat saya yang anti kisah romance yang terlalu klise membuat film dengan enam penghargaan Academy Awards ini menjadi kurang menarik. Alurnya jadi mudah tertebak. Sayang sekali kan, film yang telah di kemas dengan begitu rapi dan apik ini harus mendapat sebuah kekurangan dari suatu hal yang tidak lazim ada di dunia perfilm-an saat ini. Tapi yah tau apa saya...

Well, disamping kekurangannya, saya tetap ingin  merekomendasikan Tom Hanks is Forrest Gump kepada para anak muda yang sedang mencari jati diri seperti #ehem saya, karena.....coba renungkan pesan dari dua dialog dari dua adegan berbeda di film ini, Anda akan mengerti mengapa saya rekomendasikan film ini

My Mama always said you've got to put the past behind you before you can move on. 

I don't know if we each have a destiny, or if we're all just floating around accidental-like on a breeze, but I, I think maybe it's both. Maybe both is happening at the same time.

Run Forrest! Run! 

No comments:

Post a Comment